Perbedaan keduanya bukan pada fitur software, melainkan pada cara lisensi dikelola, diaktifkan, dan digunakan oleh pengguna.
Jenis Lisensi
Fixed License
Konsep
Fixed License merupakan lisensi yang dikaitkan secara permanen dengan satu komputer.
1 License
│
▼
1 Komputer
│
▼
1 Pengguna
Setelah proses aktivasi selesai, license akan terhubung dengan identitas hardware (hardware fingerprint) komputer tersebut.
Contoh:
License Key
│
▼
PC A (Activated)
│
▼
Tidak dapat digunakan di PC B
Cocok Digunakan Untuk
Pengguna individu
Perusahaan kecil
Workstation khusus
Karakteristik
1 License hanya untuk 1 komputer
Tidak memerlukan License Server
Aktivasi cukup sekali
Dapat digunakan tanpa koneksi internet setelah aktif
Memerlukan proses Rehost jika pindah komputer
Floating License
Konsep
Floating License tidak terikat pada komputer, tetapi terikat pada jumlah pengguna yang menggunakan software secara bersamaan (Concurrent Users / Seats).
Contoh:
Perusahaan memiliki:
20 komputer
5 Floating License
Maka:
20 Komputer
│
▼
5 Floating Seats
│
▼
Maksimal 5 pengguna dapat menggunakan software secara bersamaan
Jika terdapat pengguna ke-6 yang mencoba membuka software, maka license akan ditolak sampai ada pengguna lain yang keluar.
Cara Kerja Floating License
Client
│
Meminta License
│
▼
License Server
│
Seat tersedia?
┌────┴────┐
│ │
▼ ▼
Ya Tidak
│ │
Seat License
Diberikan Ditolak
Proses Aktivasi
Aktivasi Fixed License
Alur aktivasi:
Install Software
│
▼
Masukkan License Key
│
▼
Validasi ke Server Avenza
│
▼
Membuat Hardware Fingerprint
│
▼
License Dikaitkan ke Komputer
│
▼
Aktivasi Berhasil
Setelah berhasil diaktivasi, license hanya dapat digunakan pada komputer tersebut.
Aktivasi Floating License
Untuk Local Floating License, administrator harus melakukan beberapa langkah berikut:
Menginstal RLM (Reprise License Manager).
Mengambil informasi server:
Host Name
Host ID
IP Address
Mengirim informasi tersebut kepada Avenza.
Menerima file lisensi (.lic).
Menempatkan file lisensi pada server.
Mengarahkan client agar menggunakan License Server tersebut.
Diagram sederhana:
Client
│
Meminta License
│
▼
License Server
│
Seat tersedia?
│
▼
Software Berjalan
Cloud Floating vs Local Floating
Cloud Floating License
License Server dikelola langsung oleh Avenza.
Client
│
Internet
│
▼
Avenza Cloud License Server
Kelebihan
Tidak perlu menginstal server
Tidak perlu maintenance server
Konfigurasi lebih sederhana
Administrasi lebih mudah
Update license lebih mudah
Kekurangan
Wajib memiliki koneksi internet.
Local Floating License
License Server berada di lingkungan perusahaan.
Client
│
LAN
│
▼
Server Perusahaan
│
▼
RLM
│
▼
License File (.lic)
Kelebihan
Seluruh license berada dalam jaringan internal.
Tidak bergantung pada server cloud Avenza.
Tanggung Jawab Administrator
Administrator harus:
Menginstal RLM
Menjaga server tetap aktif
Backup file license
Mengelola firewall
Mengelola port komunikasi
Melakukan migrasi server jika diperlukan
Apabila server mati, seluruh client tidak dapat memperoleh license.
Rehost License
Apa itu Rehost?
Rehost adalah proses memindahkan Fixed License dari satu komputer ke komputer lainnya.
Sebelum
License
│
▼
PC Lama
Sesudah
License
│
▼
PC Baru
Kapan Rehost Dibutuhkan?
Beberapa kondisi yang umum:
Membeli komputer baru
Motherboard diganti
Hardware mengalami kerusakan
Migrasi workstation
Install ulang dengan perubahan hardware
Pengaruh Maintenance
Secara umum:
Maintenance aktif → Rehost dapat dilakukan.
Maintenance sudah berakhir → Mungkin dikenakan biaya tambahan sesuai kebijakan Avenza.
Roaming License
Roaming memungkinkan pengguna Floating License meminjam license sementara sehingga dapat digunakan tanpa koneksi ke License Server.
License Server
│
Borrow License
│
▼
Laptop
(Bekerja Offline)
Cocok digunakan ketika:
Perjalanan dinas
Bekerja di lapangan
Tidak memiliki VPN
Tidak memiliki akses internet
Setelah masa roaming habis, license otomatis kembali ke server.
Troubleshooting Umum
1. Aktivasi Gagal
Kemungkinan Penyebab
License Key salah
Internet tidak tersedia
Firewall memblokir koneksi
Proxy perusahaan
Versi software tidak sesuai
Maintenance telah berakhir
Yang Harus Dicek
License Key
Koneksi Internet
Firewall
Proxy
Versi software
Status maintenance
2. License Tidak Bisa Digunakan di Komputer Baru
Penyebab
License masih melekat pada komputer lama.
Solusi
Lakukan proses Rehost.
3. No License Available
Khusus Floating License.
Contoh:
2 Seat
User A ✔
User B ✔
User C ✖
Solusi
Tunggu hingga seat tersedia.
Pastikan pengguna lain menutup software.
Tambahkan jumlah seat apabila diperlukan.
4. Wrong HostID
License dibuat menggunakan HostID server yang berbeda.
License
HostID = ABC123
Server
HostID = XYZ789
License tidak akan dapat digunakan.
Solusi
Ajukan pembuatan license baru menggunakan HostID yang benar.
5. License Out of Date
Contoh:
License mendukung:
MAPublisher 10.2
Tetapi pengguna menginstal:
MAPublisher 10.3
Maka aktivasi akan ditolak.
Solusi
Install versi yang sesuai.
Upgrade maintenance/license.
6. License File Tidak Ditemukan
Kemungkinan:
File .lic hilang.
Lokasi file salah.
Nama file berubah.
File rusak.
Periksa:
Lokasi file
Nama file
Permission file
Ekstensi .lic
7. RLM Service Tidak Berjalan
Gejala:
Seluruh client gagal mendapatkan license.
License Server tidak dapat diakses.
Yang perlu diperiksa:
Status service RLM
Windows Service
Linux Daemon
Log RLM
8. Port Conflict
Port yang digunakan RLM telah digunakan aplikasi lain.
Contoh:
Port 5053
↓
Sedang digunakan aplikasi lain
Solusi
Ganti port.
Bebaskan port tersebut.
Update konfigurasi firewall.
9. Firewall Memblokir License Server
Gejala:
Server aktif tetapi client tidak dapat memperoleh license.
Periksa:
Windows Firewall
Antivirus
Firewall perusahaan
VPN
Port komunikasi
10. Masalah Jaringan
Periksa:
Ping ke server
DNS
IP Address
VPN
Routing jaringan
Checklist Technical Support
Sebelum melakukan troubleshooting, usahakan selalu mengumpulkan informasi berikut.
Informasi
Tujuan
Produk
MAPublisher atau Geographic Imager
Versi Software
Menentukan kompatibilitas license
Jenis License
Fixed atau Floating
License Number / License Key
Identifikasi license
Error Message
Petunjuk utama troubleshooting
Screenshot Error
Validasi visual
Status Maintenance
Menentukan hak upgrade/rehost
Komputer Baru?
Menentukan kebutuhan rehost
Ada Perubahan Hardware?
Berpengaruh terhadap hardware fingerprint
Sistem Operasi
Memastikan kompatibilitas
Koneksi Internet
Diperlukan untuk aktivasi atau Cloud License
Cloud atau Local Floating
Menentukan alur troubleshooting
Versi RLM
Validasi Local Floating
Host ID
Validasi license
Log RLM
Analisis error server
Jumlah Seat
Memastikan tidak kehabisan seat
Perbandingan Fixed vs Floating
Fitur
Fixed License
Floating License
Terikat Pada
Komputer
Jumlah Seat
Membutuhkan Server
Tidak
Ya
Bisa Digunakan Banyak User
Tidak
Ya
Perlu Rehost
Ya
Tidak
Cocok Untuk
Individu
Organisasi
Dapat Digunakan Offline
Ya
Ya (Roaming)
Perawatan Server
Tidak Ada
Ada (Local Floating)
Jika Menggunakan Fixed License
Tanyakan:
Apakah komputer berubah?
Apakah hardware diganti?
Apakah perlu Rehost?
Apakah maintenance masih aktif?
Apakah versi software sesuai dengan license?
Jika Menggunakan Floating License
Tanyakan:
Apakah License Server dapat diakses?
Apakah service RLM berjalan?
Apakah seat masih tersedia?
Apakah HostID sesuai?
Apakah file .lic masih valid?
Apakah firewall memblokir komunikasi?
Apakah client mengarah ke server yang benar?
Decision Flow
Ada Masalah License
│
▼
Jenis License?
│
┌──────┴──────┐
│ │
▼ ▼
Fixed Floating
│ │
│ ├── RLM berjalan?
│ ├── Seat tersedia?
│ ├── HostID sesuai?
│ ├── Firewall?
│ └── File .lic valid?
│
├── Komputer Baru?
├── Hardware Berubah?
├── Maintenance Aktif?
└── Perlu Rehost?
Ringkasan
Selalu identifikasi jenis license sebelum melakukan troubleshooting.
Fixed License selalu berkaitan dengan hardware komputer.
Floating License selalu berkaitan dengan License Server dan jumlah seat.
Rehost hanya berlaku untuk Fixed License.
Cloud Floating bergantung pada koneksi internet.
Local Floating bergantung pada kesehatan RLM Server.
Error message merupakan petunjuk paling penting dalam proses troubleshooting.
Selalu kumpulkan informasi lingkungan (versi software, jenis license, screenshot, log, dan konfigurasi server) sebelum melakukan eskalasi.
# Panduan Licensing Avenza
> **Tujuan:** Dokumen internal sebagai knowledge base bagi Technical Support dalam menangani permasalahan lisensi pada produk Avenza.
>
> **Referensi Resmi**
>
> - https://www.avenza.com/resources/blog/2024/04/30/fixed-vs-floating-licenses/
> - https://support.avenza.com/hc/en-us/articles/360034883452-Licensing-101
> - https://support.avenza.com/hc/en-us/articles/360054802891-Cloud-Floating-License
> - https://support.avenza.com/hc/en-us/articles/360035580452-Troubleshooting-Floating-Licenses
---
# Pendahuluan
Produk desktop Avenza seperti:
- MAPublisher
- Geographic Imager
menggunakan dua model lisensi utama, yaitu:
1. **Fixed License**
2. **Floating License**
Perbedaan keduanya **bukan pada fitur software**, melainkan pada **cara lisensi dikelola, diaktifkan, dan digunakan oleh pengguna.**
---
# Jenis Lisensi
## Fixed License
### Konsep
Fixed License merupakan lisensi yang **dikaitkan secara permanen dengan satu komputer**.
```
1 License
│
▼
1 Komputer
│
▼
1 Pengguna
```
Setelah proses aktivasi selesai, license akan terhubung dengan identitas hardware (hardware fingerprint) komputer tersebut.
Contoh:
```
License Key
│
▼
PC A (Activated)
│
▼
Tidak dapat digunakan di PC B
```
### Cocok Digunakan Untuk
- Pengguna individu
- Perusahaan kecil
- Workstation khusus
### Karakteristik
- 1 License hanya untuk 1 komputer
- Tidak memerlukan License Server
- Aktivasi cukup sekali
- Dapat digunakan tanpa koneksi internet setelah aktif
- Memerlukan proses **Rehost** jika pindah komputer
---
## Floating License
### Konsep
Floating License **tidak terikat pada komputer**, tetapi terikat pada **jumlah pengguna yang menggunakan software secara bersamaan (Concurrent Users / Seats).**
Contoh:
Perusahaan memiliki:
- 20 komputer
- 5 Floating License
Maka:
```
20 Komputer
│
▼
5 Floating Seats
│
▼
Maksimal 5 pengguna dapat menggunakan software secara bersamaan
```
Jika terdapat pengguna ke-6 yang mencoba membuka software, maka license akan ditolak sampai ada pengguna lain yang keluar.
---
### Cara Kerja Floating License
```
Client
│
Meminta License
│
▼
License Server
│
Seat tersedia?
┌────┴────┐
│ │
▼ ▼
Ya Tidak
│ │
Seat License
Diberikan Ditolak
```
---
# Proses Aktivasi
## Aktivasi Fixed License
Alur aktivasi:
```
Install Software
│
▼
Masukkan License Key
│
▼
Validasi ke Server Avenza
│
▼
Membuat Hardware Fingerprint
│
▼
License Dikaitkan ke Komputer
│
▼
Aktivasi Berhasil
```
Setelah berhasil diaktivasi, license hanya dapat digunakan pada komputer tersebut.
---
## Aktivasi Floating License
Untuk Local Floating License, administrator harus melakukan beberapa langkah berikut:
1. Menginstal **RLM (Reprise License Manager)**.
2. Mengambil informasi server:
- Host Name
- Host ID
- IP Address
3. Mengirim informasi tersebut kepada Avenza.
4. Menerima file lisensi (`.lic`).
5. Menempatkan file lisensi pada server.
6. Mengarahkan client agar menggunakan License Server tersebut.
Diagram sederhana:
```
Client
│
Meminta License
│
▼
License Server
│
Seat tersedia?
│
▼
Software Berjalan
```
---
# Cloud Floating vs Local Floating
## Cloud Floating License
License Server dikelola langsung oleh Avenza.
```
Client
│
Internet
│
▼
Avenza Cloud License Server
```
### Kelebihan
- Tidak perlu menginstal server
- Tidak perlu maintenance server
- Konfigurasi lebih sederhana
- Administrasi lebih mudah
- Update license lebih mudah
### Kekurangan
- Wajib memiliki koneksi internet.
---
## Local Floating License
License Server berada di lingkungan perusahaan.
```
Client
│
LAN
│
▼
Server Perusahaan
│
▼
RLM
│
▼
License File (.lic)
```
### Kelebihan
- Seluruh license berada dalam jaringan internal.
- Tidak bergantung pada server cloud Avenza.
### Tanggung Jawab Administrator
Administrator harus:
- Menginstal RLM
- Menjaga server tetap aktif
- Backup file license
- Mengelola firewall
- Mengelola port komunikasi
- Melakukan migrasi server jika diperlukan
Apabila server mati, seluruh client tidak dapat memperoleh license.
---
# Rehost License
## Apa itu Rehost?
Rehost adalah proses memindahkan Fixed License dari satu komputer ke komputer lainnya.
```
Sebelum
License
│
▼
PC Lama
Sesudah
License
│
▼
PC Baru
```
---
## Kapan Rehost Dibutuhkan?
Beberapa kondisi yang umum:
- Membeli komputer baru
- Motherboard diganti
- Hardware mengalami kerusakan
- Migrasi workstation
- Install ulang dengan perubahan hardware
---
## Pengaruh Maintenance
Secara umum:
- Maintenance aktif → Rehost dapat dilakukan.
- Maintenance sudah berakhir → Mungkin dikenakan biaya tambahan sesuai kebijakan Avenza.
---
# Roaming License
Roaming memungkinkan pengguna Floating License meminjam license sementara sehingga dapat digunakan tanpa koneksi ke License Server.
```
License Server
│
Borrow License
│
▼
Laptop
(Bekerja Offline)
```
Cocok digunakan ketika:
- Perjalanan dinas
- Bekerja di lapangan
- Tidak memiliki VPN
- Tidak memiliki akses internet
Setelah masa roaming habis, license otomatis kembali ke server.
---
# Troubleshooting Umum
## 1. Aktivasi Gagal
### Kemungkinan Penyebab
- License Key salah
- Internet tidak tersedia
- Firewall memblokir koneksi
- Proxy perusahaan
- Versi software tidak sesuai
- Maintenance telah berakhir
### Yang Harus Dicek
- License Key
- Koneksi Internet
- Firewall
- Proxy
- Versi software
- Status maintenance
---
## 2. License Tidak Bisa Digunakan di Komputer Baru
### Penyebab
License masih melekat pada komputer lama.
### Solusi
Lakukan proses Rehost.
---
## 3. No License Available
Khusus Floating License.
Contoh:
```
2 Seat
User A ✔
User B ✔
User C ✖
```
### Solusi
- Tunggu hingga seat tersedia.
- Pastikan pengguna lain menutup software.
- Tambahkan jumlah seat apabila diperlukan.
---
## 4. Wrong HostID
License dibuat menggunakan HostID server yang berbeda.
```
License
HostID = ABC123
Server
HostID = XYZ789
```
License tidak akan dapat digunakan.
### Solusi
Ajukan pembuatan license baru menggunakan HostID yang benar.
---
## 5. License Out of Date
Contoh:
License mendukung:
```
MAPublisher 10.2
```
Tetapi pengguna menginstal:
```
MAPublisher 10.3
```
Maka aktivasi akan ditolak.
### Solusi
- Install versi yang sesuai.
- Upgrade maintenance/license.
---
## 6. License File Tidak Ditemukan
Kemungkinan:
- File `.lic` hilang.
- Lokasi file salah.
- Nama file berubah.
- File rusak.
Periksa:
- Lokasi file
- Nama file
- Permission file
- Ekstensi `.lic`
---
## 7. RLM Service Tidak Berjalan
Gejala:
- Seluruh client gagal mendapatkan license.
- License Server tidak dapat diakses.
Yang perlu diperiksa:
- Status service RLM
- Windows Service
- Linux Daemon
- Log RLM
---
## 8. Port Conflict
Port yang digunakan RLM telah digunakan aplikasi lain.
Contoh:
```
Port 5053
↓
Sedang digunakan aplikasi lain
```
### Solusi
- Ganti port.
- Bebaskan port tersebut.
- Update konfigurasi firewall.
---
## 9. Firewall Memblokir License Server
Gejala:
Server aktif tetapi client tidak dapat memperoleh license.
Periksa:
- Windows Firewall
- Antivirus
- Firewall perusahaan
- VPN
- Port komunikasi
---
## 10. Masalah Jaringan
Periksa:
- Ping ke server
- DNS
- IP Address
- VPN
- Routing jaringan
---
# Checklist Technical Support
Sebelum melakukan troubleshooting, usahakan selalu mengumpulkan informasi berikut.
| Informasi | Tujuan |
|-----------|---------|
| Produk | MAPublisher atau Geographic Imager |
| Versi Software | Menentukan kompatibilitas license |
| Jenis License | Fixed atau Floating |
| License Number / License Key | Identifikasi license |
| Error Message | Petunjuk utama troubleshooting |
| Screenshot Error | Validasi visual |
| Status Maintenance | Menentukan hak upgrade/rehost |
| Komputer Baru? | Menentukan kebutuhan rehost |
| Ada Perubahan Hardware? | Berpengaruh terhadap hardware fingerprint |
| Sistem Operasi | Memastikan kompatibilitas |
| Koneksi Internet | Diperlukan untuk aktivasi atau Cloud License |
| Cloud atau Local Floating | Menentukan alur troubleshooting |
| Versi RLM | Validasi Local Floating |
| Host ID | Validasi license |
| Log RLM | Analisis error server |
| Jumlah Seat | Memastikan tidak kehabisan seat |
---
# Perbandingan Fixed vs Floating
| Fitur | Fixed License | Floating License |
|--------|---------------|------------------|
| Terikat Pada | Komputer | Jumlah Seat |
| Membutuhkan Server | Tidak | Ya |
| Bisa Digunakan Banyak User | Tidak | Ya |
| Perlu Rehost | Ya | Tidak |
| Cocok Untuk | Individu | Organisasi |
| Dapat Digunakan Offline | Ya | Ya (Roaming) |
| Perawatan Server | Tidak Ada | Ada (Local Floating) |
---
## Jika Menggunakan Fixed License
Tanyakan:
- Apakah komputer berubah?
- Apakah hardware diganti?
- Apakah perlu Rehost?
- Apakah maintenance masih aktif?
- Apakah versi software sesuai dengan license?
---
## Jika Menggunakan Floating License
Tanyakan:
- Apakah License Server dapat diakses?
- Apakah service RLM berjalan?
- Apakah seat masih tersedia?
- Apakah HostID sesuai?
- Apakah file `.lic` masih valid?
- Apakah firewall memblokir komunikasi?
- Apakah client mengarah ke server yang benar?
---
# Decision Flow
```
Ada Masalah License
│
▼
Jenis License?
│
┌──────┴──────┐
│ │
▼ ▼
Fixed Floating
│ │
│ ├── RLM berjalan?
│ ├── Seat tersedia?
│ ├── HostID sesuai?
│ ├── Firewall?
│ └── File .lic valid?
│
├── Komputer Baru?
├── Hardware Berubah?
├── Maintenance Aktif?
└── Perlu Rehost?
```
---
# Ringkasan
- Selalu identifikasi **jenis license** sebelum melakukan troubleshooting.
- Fixed License selalu berkaitan dengan **hardware komputer**.
- Floating License selalu berkaitan dengan **License Server dan jumlah seat**.
- Rehost hanya berlaku untuk **Fixed License**.
- Cloud Floating bergantung pada koneksi internet.
- Local Floating bergantung pada kesehatan RLM Server.
- Error message merupakan petunjuk paling penting dalam proses troubleshooting.
- Selalu kumpulkan informasi lingkungan (versi software, jenis license, screenshot, log, dan konfigurasi server) sebelum melakukan eskalasi.
---
Panduan Licensing Avenza
Pendahuluan
Produk desktop Avenza seperti:
menggunakan dua model lisensi utama, yaitu:
Perbedaan keduanya bukan pada fitur software, melainkan pada cara lisensi dikelola, diaktifkan, dan digunakan oleh pengguna.
Jenis Lisensi
Fixed License
Konsep
Fixed License merupakan lisensi yang dikaitkan secara permanen dengan satu komputer.
Setelah proses aktivasi selesai, license akan terhubung dengan identitas hardware (hardware fingerprint) komputer tersebut.
Contoh:
Cocok Digunakan Untuk
Karakteristik
Floating License
Konsep
Floating License tidak terikat pada komputer, tetapi terikat pada jumlah pengguna yang menggunakan software secara bersamaan (Concurrent Users / Seats).
Contoh:
Perusahaan memiliki:
Maka:
Jika terdapat pengguna ke-6 yang mencoba membuka software, maka license akan ditolak sampai ada pengguna lain yang keluar.
Cara Kerja Floating License
Proses Aktivasi
Aktivasi Fixed License
Alur aktivasi:
Setelah berhasil diaktivasi, license hanya dapat digunakan pada komputer tersebut.
Aktivasi Floating License
Untuk Local Floating License, administrator harus melakukan beberapa langkah berikut:
Menginstal RLM (Reprise License Manager).
Mengambil informasi server:
Mengirim informasi tersebut kepada Avenza.
Menerima file lisensi (
.lic).Menempatkan file lisensi pada server.
Mengarahkan client agar menggunakan License Server tersebut.
Diagram sederhana:
Cloud Floating vs Local Floating
Cloud Floating License
License Server dikelola langsung oleh Avenza.
Kelebihan
Kekurangan
Local Floating License
License Server berada di lingkungan perusahaan.
Kelebihan
Tanggung Jawab Administrator
Administrator harus:
Apabila server mati, seluruh client tidak dapat memperoleh license.
Rehost License
Apa itu Rehost?
Rehost adalah proses memindahkan Fixed License dari satu komputer ke komputer lainnya.
Kapan Rehost Dibutuhkan?
Beberapa kondisi yang umum:
Pengaruh Maintenance
Secara umum:
Roaming License
Roaming memungkinkan pengguna Floating License meminjam license sementara sehingga dapat digunakan tanpa koneksi ke License Server.
Cocok digunakan ketika:
Setelah masa roaming habis, license otomatis kembali ke server.
Troubleshooting Umum
1. Aktivasi Gagal
Kemungkinan Penyebab
Yang Harus Dicek
2. License Tidak Bisa Digunakan di Komputer Baru
Penyebab
License masih melekat pada komputer lama.
Solusi
Lakukan proses Rehost.
3. No License Available
Khusus Floating License.
Contoh:
Solusi
4. Wrong HostID
License dibuat menggunakan HostID server yang berbeda.
License tidak akan dapat digunakan.
Solusi
Ajukan pembuatan license baru menggunakan HostID yang benar.
5. License Out of Date
Contoh:
License mendukung:
Tetapi pengguna menginstal:
Maka aktivasi akan ditolak.
Solusi
6. License File Tidak Ditemukan
Kemungkinan:
.lichilang.Periksa:
.lic7. RLM Service Tidak Berjalan
Gejala:
Yang perlu diperiksa:
8. Port Conflict
Port yang digunakan RLM telah digunakan aplikasi lain.
Contoh:
Solusi
9. Firewall Memblokir License Server
Gejala:
Server aktif tetapi client tidak dapat memperoleh license.
Periksa:
10. Masalah Jaringan
Periksa:
Checklist Technical Support
Sebelum melakukan troubleshooting, usahakan selalu mengumpulkan informasi berikut.
Perbandingan Fixed vs Floating
Jika Menggunakan Fixed License
Tanyakan:
Jika Menggunakan Floating License
Tanyakan:
.licmasih valid?Decision Flow
Ringkasan